Beranda > Intermezzo > Lena, si cantik yang melegenda

Lena, si cantik yang melegenda

Siapa sih dia, penting ya ngebahas itu? Apakah dia artis, selebriti, politikus ato siapa? Hahaha… sabar bung! Yok kita ngegosip😀

Ehm… ehm..

Lena (taken from cs.cmu.edu)

Si mba Lena yang bernama asli Lena Söderberg seorang model di Majalah Playboy terbitan November 1972. Lena lahir di Swedia, 31 Maret 1951 bercita-cita jadi model. Tampaknya cita-citanya terbukti. Pose syurnya di majalah playboy membuatnya mampu menjual 7.161.561 kopi majalah dan menjadikan sebagai edisi best selling. Dan di waktu yang sama pula mba Lena dinobatkan menjadi Miss Playboy. Wow fantastis ya ekekekeke….

Di awal tahun 70’an seorang peneliti dari University of Southern California yang tidak mau disebutkan namanya (hehe kalo ini emang ga tau :P) sedang mengerjakan sebuah teknologi kompresi. Si periset ini kemudian menemukan sebuah gambar Lena pada lembaran tengah majalah tersebut (Baca playboy dulu biar ga mumet ya pak :P). Tentu saja penggunaan gambar seronok Lena mengundang kontroversi. Gambar itu diambil dari majalah yang oleh sebagian orang dianggap merendahkan wanita sehingga sebaiknya tidak digunakan. Sebagian yang lain menganggap sebaiknya gambar yang memiliki hak cipta tidak digunakan di publikasi ilmiah.

Majalah Playboy sendiri tadinya hendak menuntut penggunaan Gambar Lena, namun kini hal itu tidak dilakukan lagi. Justru majalah tersebut membantu melacak kembali informasi mengenai gambar Lena, misalnya kamera dan film apa yang digunakan, serta bagaimana pemrosesan gambar dilakukan. Hal ini dilakukan oleh majalah Playboy karena menganggap Lena sebagai suatu fenomena yang patut dieksploitasi—demi keuntungan mereka tentunya

Tapi kenapa harus Lena ya? setelah searching kemana-mana akhirnya dapet juga alasannya. Ada banyak gambar lain di dunia ini yang dapat digunakan dalam pengujian algoritma kompresi dan teknologi manipulasi citra yang lain, namun Lena dipilih karena dua alasan.

  1. Alasan pertama adalah alasan Teknis
    Gambar Lena memiliki gabungan detail, pencahayaan, dan tekstur yang cocok untuk menguji berbagai algoritma. Jika suatu algoritma diaplikasikan terhadap gambar Lena maka dapat dilihat bagaimana algoritma itu berpengaruh terhadap keseluruhan gambar—misalnya apakah satu bagian menjadi lebih baik atau lebih jelek dari bagian yang lain.
  2. Alasan yang kedua sama sekali tidak teknis.
    Kebanyakan periset citra adalah laki-laki yang cenderung tertarik pada wanita cantik, sehingga gambar Lena lebih dipilih dibanding gambar yang lain.

Lenna dan James Owens (cs.cmu.edu)

Walaupun ada kesan nudity pada posenya, kini namanya sekarang tengah berkibar di jagad digital. Lena telah melegenda. Sejak saat itu Gambar Lena telah menjadi standar industri sebagai bahan untuk menguji algoritma manipulasi dan transmisi citra elektronik. Selama lebih dari 25 tahun sejak Lena diperkenalkan, tidak ada gambar yang lebih penting daripada Lena dalam bidang manipulasi dan komunikasi citra digital. Lena telah dianggap sebagai Ibu Negara Internet.
Melihat pose Lena (cs.cmu.edu)
Source:
Sekilas Lena
Biografi Lena
http://en.wikipedia.org/wiki/Lenna
http://www.cs.cmu.edu/~chuck/lennapg/

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: